Di tengah hiruk-pikuk dunia musik yang penuh dengan beat cepat dan lirik cinta klise, kadang kita menemukan sebuah lagu yang berhenti sejenak, menarik napas, dan mengajak kita untuk merenung. "Television / So Far So Good" adalah salah satu dari lagu-lagu itu. Bukan sekadar rangkaian nada dan kata, lagu ini adalah sebuah potret generasi, sebuah refleksi tentang kehidupan modern yang terasa begitu personal, namun sekaligus universal. Banyak yang mendengarnya dan langsung merasa terhubung, tapi mungkin belum sepenuhnya menyelami lapisan makna yang tersembunyi di balik melodi yang catchy itu. Yuk, kita coba bahas lebih dalam, seperti ngobrol santai di kafe, tentang apa sebenarnya yang ingin disampaikan lagu ini.
Dekonstruksi Sebuah Judul: "Television" dan "So Far So Good"
Pertama-tama, judulnya sendiri sudah menarik. Menggunakan tanda slash, seolah memberi kita dua pintu masuk yang berbeda namun mengarah pada ruangan yang sama. "Television" jelas adalah simbol paling kuat. Ini bukan sekadar tentang kotak ajaib di ruang keluarga. Ia mewakili seluruh sistem, narasi, dan ilusi yang disodorkan oleh media dan masyarakat luas tentang bagaimana hidup "seharusnya" dijalani. Ia adalah suara bising yang konstan, standar kesuksesan yang tidak realistis, dan tekanan untuk selalu tampak baik-baik saja.
Lalu, ada frasa "So Far So Good". Sebuah idiom bahasa Inggris yang sering kita ucapkan juga dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Artinya kurang lebih "sejauh ini baik-baik saja" atau "alhamdulillah lancar". Frasa ini terdengar optimis, bukan? Tapi di konteks lagu ini, nada bicaranya justru bisa dibaca dengan dua cara: bisa tulus, bisa juga sarkastik. Apakah ini sebuah pengakuan yang lega, atau justru sebuah pengakuan terpaksa, sebuah topeng yang kita kenakan karena dituntut untuk selalu mengatakan bahwa semuanya "baik-baik saja"? Kombinasi kedua elemen judul ini segera menyiapkan panggung untuk sebuah eksplorasi tentang konflik antara citra publik dan perasaan privat.
Lirik sebagai Cermin: Antara Harapan dan Realita
Mari kita ambil beberapa potongan lirik kunci (dengan interpretasi tentunya). Lagu ini sering dimulai dengan penggambaran sebuah kehidupan yang tampak ideal dari luar: mungkin karir yang mulus, hubungan yang stabil, atau pencapaian materi. Tapi kemudian, datanglah kalimat-kalimat yang menusuk. Misalnya, pengakuan tentang rasa hampa di tengah semua yang "tercapai", atau perasaan seperti hanya menjalani peran dalam sebuah skrip yang sudah ditulis orang lain—skrip yang diputar ulang setiap hari di "television".
Lirik "So far so good" yang berulang bisa jadi adalah chorus, titik di mana narator https://cheetahfc.com menarik napas dan mencoba meyakinkan diri sendiri dan dunia. Setiap pengulangan bisa memiliki berat yang berbeda. Yang pertama mungkin penuh keyakinan, yang kedua mulai goyah, dan yang ketiga mungkin sudah terdengar seperti bisikan putus asa. Inilah kehebatan lagu ini: ia menangkap momen-momen rapuh itu, saat kita scrolling media sosial melihat highlight reel orang lain dan membandingkannya dengan behind the scenes kehidupan kita sendiri yang berantakan.
Makna "Television / So Far So Good" dalam Konteks Kehidupan Kita
Nah, pesan lagu ini jadi sangat relevan, terutama buat kita yang hidup di era digital. "Television" sekarang bentuknya bukan lagi satu perangkat. Ia adalah Instagram feed yang penuh kurasi sempurna, adalah LinkedIn yang penuh dengan announcement promosi, adalah TikTok yang menampilkan standar hidup mewah. Tekanan untuk selalu update, produktif, happy, dan successful itu nyata.
Lagu ini, dalam diam, bertanya: "Hey, kamu benar-benar baik-baik saja, atau kamu hanya sedang memainkan peran yang diharapkan?" Ia mengangkat isu kesehatan mental dengan halus, tanpa menggurui. Ia mengakui bahwa perjuangan untuk merasa cukup (enough) di dunia yang terus mendorong kita untuk ingin lebih adalah sebuah pertarungan sehari-hari. "So far so good" kemudian menjadi mantra, baik sebagai penyemangat maupun sebagai tameng.
Bukan Lagu Pesimis, Tapi Lagu yang Membebaskan
Penting untuk tidak salah tangkap. "Television / So Far So Good" bukanlah lagu yang muram atau mengajak kita untuk menyerah pada sistem. Justru sebaliknya. Dengan mengakui dan menyuarakan konflik batin ini, lagu tersebut melakukan suatu pembebasan. Ia seperti seorang teman yang bilang, "Gue ngerti kok perasaan lo. Gue juga sering gitu."
Dengan menjadikan pergulatan ini sebagai subjek lagu, artisnya (siapa pun itu, karena interpretasi ini bisa berlaku untuk berbagai versi) sedang menormalisasi perasaan tidak baik-baik saja. Ia memberitahu kita bahwa tidak masalah untuk tidak selalu sesuai dengan narasi "television". Kejujuran untuk berkata, "Hari ini berat, tapi ya, sejauh ini masih bisa dijalani," adalah sebuah bentuk keberanian. Lagu ini adalah anti-thesis dari toxic positivity.
Dengar dengan Cara Berbeda: Elemen Musikal yang Memperkuat Pesan
Makna lagu "Television / So Far So Good" tidak hanya terbaca dari liriknya. Elemen musiknya pun biasanya bekerja sama untuk menyampaikan perasaan tersebut. Coba perhatikan aransemennya. Mungkin lagu ini dibuka dengan melodi yang sederhana dan clean, mencerminkan permukaan kehidupan yang teratur. Lalu, bisa jadi ada distorsi gitar atau synth yang masuk pelan-pelan, mewakili kegelisahan yang mulai menggelegak.
Dinamika vokal juga krusial. Suara yang mungkin datar atau terkontrol di bagian verse, lalu meledak (atau justru semakin lirih dan rapuh) di bagian chorus saat mengucap "so far so good". Kontras ini menciptakan ketegangan emosional yang membuat pendengar benar-benar merasakan perpecahan antara apa yang diucapkan dan apa yang dirasakan.
Struktur lagunya sendiri mungkin tidak konvensional—tidak selalu verse-chorus-verse-chorus-bridge yang ketat. Ketidakteraturan ini bisa jadi metafora bahwa kehidupan tidak selalu mengikuti plot yang rapi seperti di TV. Ada kejutan, ada stagnasi, ada pengulangan yang melelahkan.
Bagaimana Lagu Ini Beresonansi dengan Pendengar Indonesia?
Budaya kita punya konsep "sungkan" dan menjaga "wajah". Banyak dari kita terbiasa menjawab "baik" atau "lancar" ketika ditanya kabar, terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi. Tekanan sosial untuk cepat menikah, punya rumah, punya mobil, sukses di usia muda, itu sangat kuat. Narasi "television" versi Indonesia ini ditayangkan setiap hari, di keluarga besar, di pertemuan reuni, dan tentu saja, di media sosial.
Karena itulah, makna lagu television / so far so good menemukan tanah subur di sini. Ia menjadi soundtrack bagi anak muda yang merasa terjepit antara keinginan orang tua dan passion pribadi, bagi pekerja yang burnout tapi harus tetap tersenyum di meeting, bagi siapa saja yang merasa hidupnya sedang "flat" meski dari luar tampak berwarna. Lagu ini memberikan validasi. Ia bilang, "Perasaanmu sah, dan kamu tidak sendirian."
Jadi, Apa yang Bisa Kita Ambil?
Setelah mengulik berbagai sudut, "Television / So Far So Good" pada akhirnya adalah lagu tentang keaslian (authenticity) dalam dunia yang penuh dengan filter. Ia mengajak kita untuk, sesekali, mematikan "siaran televisi" di kepala kita yang terus membandingkan dan menuntut. Ia mengajak kita untuk lebih jujur, setidaknya pada diri sendiri, tentang bagaimana keadaan kita yang sebenarnya.
Mungkin setelah mendengarkannya, kita jadi sedikit lebih berani untuk tidak hanya menjawab "baik" secara otomatis ketika ada teman dekat yang benar-benar menanyakan kabar. Atau, kita jadi lebih sadar untuk tidak terjebak dalam ilusi kesempurnaan yang kita konsumsi setiap hari. Lagu ini mengingatkan bahwa di balik setiap highlight reel, ada manusia biasa dengan pergumulannya masing-masing, yang juga mungkin sedang bergumam, "so far so good," sambil mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan hari.
Jadi, lain kali ketika lagu ini diputar, coba dengarkan lagi. Bukan hanya sebagai background noise, tapi sebagai sebuah cerita. Mungkin kamu akan menemukan potongan dirimu sendiri di dalamnya—dan itu adalah hal yang sangat manusiawi. Karena pada akhirnya, mencari makna dalam lagu seperti ini adalah juga cara kita mencari makna dalam kehidupan kita sendiri yang kadang absurd, seringkali rumit, tapi tetap berharga untuk dijalani, satu "so far so good" dalam satu waktu.